Senin, 07 November 2016

adabul mufrod ๐Ÿ€Bab satu๐Ÿ€ "Berbakti kepada orang tua". al ustadz Muhammad Rijal lc Hafizhahullah

๐Ÿ€Bab satu๐Ÿ€
"Berbakti kepada orang tua".
al ustadz Muhammad Rijal lc Hafizhahullah
Allah subhana wata'ala berfirman " Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah serta menyapihnya dalam dua tahun. Agar bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orangtua kalian. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali. (Luqman: 14)
๐ŸŒทkitab ini diawali dengan pembahasan berbakti kepada orang tua karena berbakti kepada orang tua adalah hak yang terbesar setelah Hak Allah dan Rasul-Nya.
Allah subhana wata'ala berfirman " an sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. (An-Nisa 36)
Hadits dari Abdullah ibnu Mas'ud Radiyallahu'anhu " “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari).
“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”
๐Ÿ€diantara faedah hadits ini :
1. Allah memiliki sifat Ridho
2. Allah Ridho atas sebab amalan perbuatan.
๐ŸŒทDan Birrul walidain sebab seseorang mendapatkan Ridho dari Allah.
Hadits ini sifatnya mutlak, sehingga kebaikan dalam bentuk apapun yang mendatangkan keridhaan orang tua maka akan mendatangkan keridhaan orang tua.
dan didalam mencari keridhaan orang tua harus dikaitkan dengan syari'at (yakni bukan termasuk mencari Ridho Allah jika kita mengerjakan perkara haram yang di Ridhoi orang tua)
seperti riwayat kisah Mush'ab bin Umair yang ia tetap memegang Islam walau ibunya tidak meridhoi keislamannya.
wallahua'lam bisshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar