lembut dalam amar ma'ruf nahi munkar (kitab ikhtiyarul aula)
ustadz muhammad Rijal lc
✏Berkata
imam ibnu Rojab , bahwa berkata imam Ahmad sesungguhnya manusia itu sangat
butuh kepada mudaroh ( menghindari mafsadah (kerusakan) dan kejahatan dengan
ucapan yang lembut atau meninggalkan kekerasan dan sikap kasar), kecuali
orang-orang yang melakukan kefasikan secara terang-terangan maka otang seperti
ini tidak memiliki kehormatan ( contoh para penyeru kebathilan secara
terang-terangan).
✍🏻Diantara jenis kelembutan di
dalam amar ma'ruf nahi munkar adalah :
🌷menyampaikan
nasihat secara rahasia.
✏berkata
ibnu Rojab, dan adalah para salafusholih tidak memerintah pada yang ma'ruf dan
melarang pada yang mungkar kecuali dengan cara yang rahasia.
🌷perkara
ini juga dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam , beliau pernah
berkhutbah di depan umum mengenai tiga orang yang berusaha menyaingi amalan
Rasulullah secara berlebihan yakni orang yang berpuasa dan tidak berbuka,
mendirikan sholat malam dan tidak tidur, serta tidak akan menikah, maka
Rasulullah bersabda " “Kalian yang telah mengatakan demikian, demi Allah,
sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian,
dan orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Tetapi, aku tetap berpuasa dan
berbuka, aku mengerjakan shalat dan tidur, dan aku pun menikahi wanita. Maka,
siapa pun yang tidak suka mengikuti sunnahku, berarti ia bukan dari golonganku”
(HR. Bukhari dan Muslim).
❗menyampaikan
kejelekan seseorang di depan umum walaupun dalam rangka menasihati bukanlah
perkara yang di ajarkan dan juga bukan pula dapat memberi kebaiakan kepada yang
di beri nasihat ,karena hal itu adalah perkara yang di benci oleh setiapa
manusia, Rasulullah shalallahu 'alahihi wa Sallam bersabda Dari Abu Hamzah,
Anas bin Malik, dari Nabi, beliau bersabda:
“ Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga ia mencintai untuk
saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”.
(HR. Bukhari no.13 dan Muslim no.45).
✍🏻berkata seorang ulama dari
sahabat/tabiin (wallahua'lam), " barangsiapa yang menasihati saudaranya
secara rahasia maka ia telah menghiasinya dan barangsiapa yang menasihati
saudaranya dengan terang-terangan maka ia telah menjatuhkan kehormatanya
/mengkhianatinya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar