Jumat, 04 November 2016

pentingnya perhatian dan bersungguh-sungguh dalam beramal - al ustadz Muhammad Rofi' Hafidzahullah

💎pentingnya perhatian dan bersungguh-sungguh dalam beramal
ustadz Muhammad Rofi'
🌷 Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seseorang yang dimasukkan ke surga oleh amalnya.” Lalu ada yang bertanya: “Tidak pula engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak pula saya, kecuali Tuhanku melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. al-Bukhari [5673, 6463] dan Muslim [2816]).
 amalan seseorang bukanlah sebab seseorang masuk kedalam surga, namun Rahmat Allah lah yang menyebabkan masuk surganya seseorang.
👍🏻ulama menerangkan bahwa amalan bukan sebab masuk surganya seseorang tetapi amalan itu adalah sebab datangnya Rahmat.
🌷 Diriwayatkan, bahwa Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Jadilah orang yang perhatiannya terhadap diterimanya amal lebih besar daripada perhatian kalian terhadap amal itu sendiri. Tidakkah kalian mendengar firman Allah, ‘Sesungguhnya, Allah hanyalah menerima amal dari orang yang bertakwa.
oleh sebab itu hendaknya seorang mukmin memperhatikan syarat diterimanya amal yakni :
1⃣ ikhlas karna Allah dan mengharapkan wajah Allah
2⃣muttaba' (mengikuti contoh rasulullah).
🌷diriwayatkan dari Hasan al Bashri "beramalah karena Allah dalam rangka taat kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah dalam melakukan ketaatan itu, dan khawatirlah amalan tersebut tertolak karena sesungguhnya seorang mukmin menggabungkan dua perkara yaitu iman (sebab ia taat) dan rasa takut (takut tidak diterima amalannya), adapun orang munafik dan orang-orang yang mengikuti jalannya , mereka melakukan diatas dua perkara yakni melakukan kejelekan dan merasa aman dengan kejelekannya seolah ia tidak akan menerima balasan atas apa yang ia kerjakan".
🌷 Dari Ummul mukminin ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha berkata: ”Aku bertanya kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam tentang ayat ini (al-Mu’minun ayat 60) ‘Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut’. ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha berkata: ”Apakah mereka adalah orang-orang yang meminum khamr (minuman keras) dan mencuri?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Bukan, wahai anak perempuan ash-Shiddiq (Abu Bakar). Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa, shalat dan sedekah, dan mereka khawatir amalan mereka tidak diterima. Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan.” (HR. Imam at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi (3/287))
NB:
🎗faedah yang bisa kita ambil :
1. jadilah mukmin yang perhatian terhadap amalnya, dengan memperhatikan syarat diterimanya amal yakni :
1⃣ikhlas dan hanya mengharap wajah Allah (jauhi segala kesyirikan)
2⃣muttaba' (mengikuti syari'at yang dituntunkan oleh Rasulullah).
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu hal yang baru dalam perkara kami ini yang tidak ada (perintahnya dari kami) maka tertolak (H.R alBukhari dan Muslim). Dalam riwayat Muslim: Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintah kami, maka tertolak.
2.sertakan rasa takut tidak diterimanya amal kita bersamaan dengan ketaatan yang kita kerjakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar