FIQH
PENGURUSAN JENAZAH
Al
ustadz abu utsman kharisman hafizhahullah
1. SEBELUM KEMATIAN TERJADI
1. Banyak Mengingat Kematian, hal itu
Menghantarkan pada Sifat Qonaah dan Zuhud terhadap Kehidupan Dunia.
2. Mempersiapkan Kehidupan setelah
Kematian. Memperbanyak Amal Kebajikan dan Investasi untuk Kampung Akhirat :
Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat, Shodaqoh Jariyah, Mendidik Anak agar Tumbuh
dalam Keshalihan, Menanam Tanaman yang Bermanfaat, Menggali Sumur, Membuat
Tempat Tinggal untuk Musafir, dsb.
3. Tidak Mengharapkan Kematian, karena
setiap Detik Kehidupan selalu Bermakna Kebaikan bagi Seorang yang Beriman. Masa
Hidup lebih lama berarti Semakin Banyak Amal Kebaikan yang ditambah dan semakin
banyak Taubat atas Dosa yang pernah dilakukan.
4. Jika dalam Keadaan yang terpaksa,
Penderitaan sudah sangat berat dirasakan, boleh Berdoa: Ya Allah Hidupkanlah
saya jika memang Kehidupan baik bagi saya. Wafatkan saya jika memang Kematian
baik bagi saya.
5. Beratnya Penderitaan Hidup tidak
membuat seorang yang Beriman putus asa dari Rahmat Allah. Ia juga tidak
melakukan Perbuatan Bunuh diri yang termasuk Dosa Besar. Barangsiapa yang
melakukan bunuh diri di dunia, di akhirat akan diadzab dengan alat/cara yang
digunakan untuk bunuh diri tersebut.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
MASA MENJELANG KEMATIAN
1. Disunnahkan Mentalqin (mendiktekan)
Ucapan Laa Ilaha Illallah bagi Orang Muslim yang akan Meninggal Dunia dengan
Cara yang Baik dan tidak Menyesakkannya.
2. Seseorang yang akan Meninggal Dunia
hendaknya Mengedepankan Perasaan Husnudzhon (berbaik sangka) kepada Allah
Subhaanahu Wa Ta’ala.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dikutip dari Buku " Tata Cara
Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab
Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu
Utsman Kharisman Hafidzahullah.
2. TATA CARA MEMANDIKAN
JENAZAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Keutamaan Memandikan Mayit Muslim: Allah akan Ampuni
Dosanya 40 kali.
👍 Syarat: Ikhlas karena Allah, Tata Cara sesuai Tuntunan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan Menutupi Aib yang didapati pada Mayit.
2⃣. Mayit ditutupi bagian Auratnya dengan Kain, kemudian Pakaiannya dilepaskan.
3⃣. Dipan / tempat Memandikan sebaiknya Agak Miring ke Bawah sehingga Memudahkan Aliran Air.
4⃣. Air yang akan digunakan untuk Memandikan Jenazah dicampur dengan Daun Bidara. Itu yang lebih utama. Jika tidak ada, bisa diganti Sabun.
5⃣. Orang yang Memandikan adalah pasangannya (suami/ istri) atau orang yang Berjenis Kelamin Sama, kecuali untuk Jenazah anak kecil di bawah usia 7 tahun.
6⃣. Orang yang akan Memandikan Berniat Memandikan Jenazah.
7⃣. Mayit di Wudhu’kan. Untuk Berkumur dan Memasukkan Air ke Hidung, Air tidak boleh dimasukkan ke Mulut dan Hidung, tapi Orang yang Memandikan Membasahi Kain / lap kemudian Membersihkan Bagian Dalam Mulut Mayit, Gigi, dan Lidahnya dengan Kain tersebut, demikian juga bagian dalam Rongga Hidungnya.
8⃣. Mencuci Bagian Tubuh yang lain, termasuk Mencuci (keramas) Rambut dan Jenggot.
9⃣. Mendahulukan Anggota Tubuh yang Kanan.
🔟. Sebaiknya Mencuci minimal sebanyak 3 kali. Jika dirasa kurang, 5 kali hingga 7 kali.
1⃣1⃣. Ketika Mencuci bagian Aurat, Tangan tidak Bersentuhan Langsung, tapi Dilapisi dengan Kain atau Kaos Tangan.
1⃣2⃣. Cucian yang Terakhir dicampur dengan Kapur (barus/ kamfer). Penggunaan kapur diutamakan pada Anggota Sujud (dahi, hidung, telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki).
1⃣3⃣. Jika Jenazahnya Wanita dan Rambutnya Panjang, Rambut itu Dikepang menjadi 3 dan Diletakkan di Belakang Kepala.
1⃣4⃣. Orang yang Memandikan Mayit, setelahnya Disunnahkan untuk Mandi.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
👍 Syarat: Ikhlas karena Allah, Tata Cara sesuai Tuntunan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan Menutupi Aib yang didapati pada Mayit.
2⃣. Mayit ditutupi bagian Auratnya dengan Kain, kemudian Pakaiannya dilepaskan.
3⃣. Dipan / tempat Memandikan sebaiknya Agak Miring ke Bawah sehingga Memudahkan Aliran Air.
4⃣. Air yang akan digunakan untuk Memandikan Jenazah dicampur dengan Daun Bidara. Itu yang lebih utama. Jika tidak ada, bisa diganti Sabun.
5⃣. Orang yang Memandikan adalah pasangannya (suami/ istri) atau orang yang Berjenis Kelamin Sama, kecuali untuk Jenazah anak kecil di bawah usia 7 tahun.
6⃣. Orang yang akan Memandikan Berniat Memandikan Jenazah.
7⃣. Mayit di Wudhu’kan. Untuk Berkumur dan Memasukkan Air ke Hidung, Air tidak boleh dimasukkan ke Mulut dan Hidung, tapi Orang yang Memandikan Membasahi Kain / lap kemudian Membersihkan Bagian Dalam Mulut Mayit, Gigi, dan Lidahnya dengan Kain tersebut, demikian juga bagian dalam Rongga Hidungnya.
8⃣. Mencuci Bagian Tubuh yang lain, termasuk Mencuci (keramas) Rambut dan Jenggot.
9⃣. Mendahulukan Anggota Tubuh yang Kanan.
🔟. Sebaiknya Mencuci minimal sebanyak 3 kali. Jika dirasa kurang, 5 kali hingga 7 kali.
1⃣1⃣. Ketika Mencuci bagian Aurat, Tangan tidak Bersentuhan Langsung, tapi Dilapisi dengan Kain atau Kaos Tangan.
1⃣2⃣. Cucian yang Terakhir dicampur dengan Kapur (barus/ kamfer). Penggunaan kapur diutamakan pada Anggota Sujud (dahi, hidung, telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki).
1⃣3⃣. Jika Jenazahnya Wanita dan Rambutnya Panjang, Rambut itu Dikepang menjadi 3 dan Diletakkan di Belakang Kepala.
1⃣4⃣. Orang yang Memandikan Mayit, setelahnya Disunnahkan untuk Mandi.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
3.
TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Keutamaan Mengkafani Jenazah Muslim: Allah akan Berikan Sutera Halus dan Sutera Tebal dari Surga untuk Orang yang Mengkafani pada Hari Kiamat.
2⃣. Kain Kafan diutamakan diambil dari Harta Mayit. Didahulukan sebelum Pembayaran Hutang, Penunaian Wasiat, dan Warisan. Kecuali jika Seseorang Fakir tidak Memiliki Apa-apa boleh dibantu Penyediaan Kain Kafannya oleh Kaum Muslimin yang lain.
3. Kain Kafan sebaiknya Berwarna Putih, Berjumlah 3 Lapis, dan salah satu Lapisan hendaknya Bergaris-garis.
4⃣. Tiga Lapis Kain Kafan dibentangkan.
5⃣. Kain Kafan diberi Wewangian (tidak mengandung alkohol).
🍃 Khusus untuk Mayit yang Meninggal dalam Keadaan Ihram tidak boleh diberi Wewangian dan tidak boleh Ditutup Muka dan Kepalanya.
6⃣. Mayit yang telah Dimandikan ditutup kain pada Bagian Auratnya, kemudian diletakkan dalam Keadaan Telentang pada 3 Lapis Kafan yang telah disiapkan.
7⃣. Kapas diberi Wewangian, kemudian diletakkan pada Lipatan Pantat dan dibuat Semacam Pembalut atau Celana Pendek. Jika Seluruh Anggota Tubuh diberi Wewangian, juga baik.
8⃣. Sisi Kain yang ada di Sebelah Kanan Mayit dilipatkan sehingga Melewati bagian Atas Dada. Demikian juga Bagian Kiri dilipat ke Bagian atas Dada. Kain Penutup Aurat pelan-pelan diambil.
9⃣. Lapisan Kain ke-2 dan ke-3 juga dilipat dari Sisi Samping ke Atas Melewati Dada.
🔟. Ujung Kain Kafan yang lebih dikumpulkan pada Bagian Kepala dan Kaki, kemudian diikat dengan Tali. Jumlah ikatan Tali tidak ada Ketentuan, disesuaikan dengan Kebutuhan.
1⃣1⃣. Ikatan tersebut nantinya dilepas pada saat Jenazah diletakkan di Liang Lahad. Usahakan agar Simpul ikatan berada di sebelah kiri tubuh sehingga Memudahkan saat Melepaskannya.
1⃣2⃣. Boleh Menggunakan Gamis sebagai salah satu Kafan. Satu Kain Kafan yang lain sebagai Sarung, dan Sisa Satu Kain berikutnya untuk Menutupi Seluruh Tubuh dalam Lipatan.
1⃣3⃣. Jika Jenazah Wanita, Boleh Menggunakan 5 Lapis Kain : Kerudung, Sarung, Gamis, dan 2 Lapis Kain.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Keutamaan Mengkafani Jenazah Muslim: Allah akan Berikan Sutera Halus dan Sutera Tebal dari Surga untuk Orang yang Mengkafani pada Hari Kiamat.
2⃣. Kain Kafan diutamakan diambil dari Harta Mayit. Didahulukan sebelum Pembayaran Hutang, Penunaian Wasiat, dan Warisan. Kecuali jika Seseorang Fakir tidak Memiliki Apa-apa boleh dibantu Penyediaan Kain Kafannya oleh Kaum Muslimin yang lain.
3. Kain Kafan sebaiknya Berwarna Putih, Berjumlah 3 Lapis, dan salah satu Lapisan hendaknya Bergaris-garis.
4⃣. Tiga Lapis Kain Kafan dibentangkan.
5⃣. Kain Kafan diberi Wewangian (tidak mengandung alkohol).
🍃 Khusus untuk Mayit yang Meninggal dalam Keadaan Ihram tidak boleh diberi Wewangian dan tidak boleh Ditutup Muka dan Kepalanya.
6⃣. Mayit yang telah Dimandikan ditutup kain pada Bagian Auratnya, kemudian diletakkan dalam Keadaan Telentang pada 3 Lapis Kafan yang telah disiapkan.
7⃣. Kapas diberi Wewangian, kemudian diletakkan pada Lipatan Pantat dan dibuat Semacam Pembalut atau Celana Pendek. Jika Seluruh Anggota Tubuh diberi Wewangian, juga baik.
8⃣. Sisi Kain yang ada di Sebelah Kanan Mayit dilipatkan sehingga Melewati bagian Atas Dada. Demikian juga Bagian Kiri dilipat ke Bagian atas Dada. Kain Penutup Aurat pelan-pelan diambil.
9⃣. Lapisan Kain ke-2 dan ke-3 juga dilipat dari Sisi Samping ke Atas Melewati Dada.
🔟. Ujung Kain Kafan yang lebih dikumpulkan pada Bagian Kepala dan Kaki, kemudian diikat dengan Tali. Jumlah ikatan Tali tidak ada Ketentuan, disesuaikan dengan Kebutuhan.
1⃣1⃣. Ikatan tersebut nantinya dilepas pada saat Jenazah diletakkan di Liang Lahad. Usahakan agar Simpul ikatan berada di sebelah kiri tubuh sehingga Memudahkan saat Melepaskannya.
1⃣2⃣. Boleh Menggunakan Gamis sebagai salah satu Kafan. Satu Kain Kafan yang lain sebagai Sarung, dan Sisa Satu Kain berikutnya untuk Menutupi Seluruh Tubuh dalam Lipatan.
1⃣3⃣. Jika Jenazah Wanita, Boleh Menggunakan 5 Lapis Kain : Kerudung, Sarung, Gamis, dan 2 Lapis Kain.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
4.
TATA CARA MENSHOLATKAN JENAZAH
1. Jumlah Takbir 4 kali, Boleh lebih dari itu hingga 9 kali, terlebih untuk Jenazah Orang Alim atau yang memiliki Keutamaan dalam Islam.
2. Setelah Takbiratul Ihram, Membaca AlFatihah :
3. Mengangkat Kedua Tangan setiap kali Takbir seperti yang dilakukan Sahabat Nabi Ibnu Umar.
4. Setelah Takbir ke-2 Membaca Sholawat kepada Nabi, diutamakan Sholawat yang diajarkan Nabi dalam Tahiyyat Sholat (Ibrahimiyyah).
1. Jumlah Takbir 4 kali, Boleh lebih dari itu hingga 9 kali, terlebih untuk Jenazah Orang Alim atau yang memiliki Keutamaan dalam Islam.
2. Setelah Takbiratul Ihram, Membaca AlFatihah :
3. Mengangkat Kedua Tangan setiap kali Takbir seperti yang dilakukan Sahabat Nabi Ibnu Umar.
4. Setelah Takbir ke-2 Membaca Sholawat kepada Nabi, diutamakan Sholawat yang diajarkan Nabi dalam Tahiyyat Sholat (Ibrahimiyyah).
5. Setelah Takbir ke-3 Membaca Doa untuk Kaum Muslimin secara Umum :
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam jika sholat jenazah berdoa: Ya Allah, ampuni orang yang hidup di antara kami, orang yang meninggal, orang yang hadir, yang tidak hadir, anak kecil, orang dewasa, laki, maupun perempuan. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dalam Islam. Barangsiapa yang Engkau wafatkan, wafatkanlah dalam keimanan. Ya Allah janganlah Engkau haramkan untuk kami pahalanya, dan jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya (riwayat Muslim dan Imam yang Empat).
☝️dan Doa untuk Mayit Secara Khusus
dari Auf bin Malik radhiyallahu anhu : Rasulullah shollallaahu 'alaihi wasallam sholat terhadap jenazah kemudian aku hafal dari doanya (artinya): Ya Allah ampunilah dia, dan rahmatilah ia, dan berikan ia afiat, dan maafkan dia, mulyakan tempat tinggalnya, luaskan tempat masuknya, dan cucilah ia dengan air, salju,dan embun. dan bersihkan ia dari dosa sebagaimana terbersihkan kotoran putih dari noda. Dan gantikan kampung yang lebih baik dari kampungnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Masukkan ia ke dalam surga, dan lindungi dia dari fitnah kubur dan adzab neraka (riwayat Muslim). sebagaimana Bacaan yang diajarkan Nabi.
6. Setelah Takbir ke-4 dan seterusnya Boleh Membaca Doa untuk Mayit lagi.
7. Mengucapkan Salam Dua kali (menoleh ke kanan dan kiri), dan boleh juga hanya Sekali ke arah Kanan saja.
8. Jika Jenazahnya adalah laki-laki, Imam berdiri sejajar kepala. Jika Jenazahnya Perempuan, Imam Berdiri di Tengah Jenazah.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
5. TATA CARA MENGIRINGI
JENAZAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Jenazah diPanggul oleh para Lelaki di Pundak-Pundak Mereka. Berjalan dengan Agak Cepat, namun tidak Berlebihan.
2⃣. Boleh Berjalan di Samping, di Belakang atau di Depan Jenazah.
3⃣. Para Wanita Sebaiknya Tidak ikut Dalam Mengiringi Jenazah.
4⃣. Tidak Boleh Ada Suara dalam Mengiringinya. Pengiring Jenazah Hendaknya Hening, Khidmat, dan Banyak Memikirkan tentang Kematian, serta Berdzikir kepada Allah dengan Suara tidak diKeraskan.
5⃣. Jenazah tidak boleh Diiringi dengan Api dan Ratapan.
🔄 Bersambung In Syaa Allah..
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Jenazah diPanggul oleh para Lelaki di Pundak-Pundak Mereka. Berjalan dengan Agak Cepat, namun tidak Berlebihan.
2⃣. Boleh Berjalan di Samping, di Belakang atau di Depan Jenazah.
3⃣. Para Wanita Sebaiknya Tidak ikut Dalam Mengiringi Jenazah.
4⃣. Tidak Boleh Ada Suara dalam Mengiringinya. Pengiring Jenazah Hendaknya Hening, Khidmat, dan Banyak Memikirkan tentang Kematian, serta Berdzikir kepada Allah dengan Suara tidak diKeraskan.
5⃣. Jenazah tidak boleh Diiringi dengan Api dan Ratapan.
🔄 Bersambung In Syaa Allah..
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
6. TATA CARA MENGUBURKAN
JENAZAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Kuburan diGali dengan Kedalaman dan Luasan tertentu Sehingga Mayit nantinya Terlindungi dengan Aman dalam Kuburnya. Tidak ada Keharusan tertentu Berapa Ukuran Luas dan Kedalamannya.
2⃣. Dibuatkan Lahad, yaitu Lubang di Sisi Dinding Tanah Arah Kiblat yang Cukup untuk Meletakkan Jenazah. Boleh juga Menggunakan Syaq (lubang di tengah tanah bagian bawah) jika Memang diPerlukan dan Kesulitan Penggunaan Lahad.
3⃣. Mayit diLetakkan ke Dalam Kubur melalui Sisi Kaki Kubur. Kalau di Indonesia yang Kiblatnya di arah Barat, Jenazah diMasukkan Melalui Arah Selatan.
4⃣. Petugas yang Meletakkan Jenazah ke Liang Lahad adalah Laki-Laki yang pada Malam Harinya tidak Berhubungan Suami Istri.
5⃣. Ketika Meletakkan pada Lahad, Petugas Mengucapkan: Bismillah wa Alaa Millati Rosulillah
6⃣. Jenazah diLetakkan pada Lahad dengan Posisi Miring Bertumpu pada Sisi Kanan Tubuhnya Menghadap Kiblat. Ikatan pada Kafan diLepaskan.
7⃣. Ditegakkan Batu Bata atau Kayu di Atas Lahad supaya Terlindungi dari Guyuran Tanah yang akan diTutupkan. Jika ada Celah-celah di antara bata atau kayu itu diTutup dengan Tanah Liat.
8⃣. Tanah diRatakan/ diTutupkan pada Galian, bagi Orang-orang yang Berada di Dekat Kubur Hendaknya ikut Serta dalam Menutupkan Tanah tersebut dengan Menggenggam dan Melemparkannya ke Kubur.
9⃣. Kubur diBentuk Semacam Punuk Unta
dan diTinggikan Sejengkal serta Boleh diberi Penanda Batu Sejengkal di Bagian Kepala Mayit.
🔟. Kubur tidak Boleh Diinjak dan Diduduki.
1⃣1⃣. Kubur tidak Boleh diKapur dan diBangun Bangunan di Atasnya. Tidak boleh diTulisi.
1⃣2⃣. Setelah Selesai Penguburan, Sejenak Duduk di Sekeliling Kubur sambil Memohonkan Ampunan dan Kekokohan untuk Menjawab Pertanyaan Kubur bagi Mayit.
1⃣3⃣. Pada saat Ziarah Kubur atau Mengantarkan Jenazah di Kuburan, Alas Kaki diLepas dan Hendaknya Berhati-hati untuk tidak Menginjak Kubur lain.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
1⃣. Kuburan diGali dengan Kedalaman dan Luasan tertentu Sehingga Mayit nantinya Terlindungi dengan Aman dalam Kuburnya. Tidak ada Keharusan tertentu Berapa Ukuran Luas dan Kedalamannya.
2⃣. Dibuatkan Lahad, yaitu Lubang di Sisi Dinding Tanah Arah Kiblat yang Cukup untuk Meletakkan Jenazah. Boleh juga Menggunakan Syaq (lubang di tengah tanah bagian bawah) jika Memang diPerlukan dan Kesulitan Penggunaan Lahad.
3⃣. Mayit diLetakkan ke Dalam Kubur melalui Sisi Kaki Kubur. Kalau di Indonesia yang Kiblatnya di arah Barat, Jenazah diMasukkan Melalui Arah Selatan.
4⃣. Petugas yang Meletakkan Jenazah ke Liang Lahad adalah Laki-Laki yang pada Malam Harinya tidak Berhubungan Suami Istri.
5⃣. Ketika Meletakkan pada Lahad, Petugas Mengucapkan: Bismillah wa Alaa Millati Rosulillah
6⃣. Jenazah diLetakkan pada Lahad dengan Posisi Miring Bertumpu pada Sisi Kanan Tubuhnya Menghadap Kiblat. Ikatan pada Kafan diLepaskan.
7⃣. Ditegakkan Batu Bata atau Kayu di Atas Lahad supaya Terlindungi dari Guyuran Tanah yang akan diTutupkan. Jika ada Celah-celah di antara bata atau kayu itu diTutup dengan Tanah Liat.
8⃣. Tanah diRatakan/ diTutupkan pada Galian, bagi Orang-orang yang Berada di Dekat Kubur Hendaknya ikut Serta dalam Menutupkan Tanah tersebut dengan Menggenggam dan Melemparkannya ke Kubur.
9⃣. Kubur diBentuk Semacam Punuk Unta
dan diTinggikan Sejengkal serta Boleh diberi Penanda Batu Sejengkal di Bagian Kepala Mayit.
🔟. Kubur tidak Boleh Diinjak dan Diduduki.
1⃣1⃣. Kubur tidak Boleh diKapur dan diBangun Bangunan di Atasnya. Tidak boleh diTulisi.
1⃣2⃣. Setelah Selesai Penguburan, Sejenak Duduk di Sekeliling Kubur sambil Memohonkan Ampunan dan Kekokohan untuk Menjawab Pertanyaan Kubur bagi Mayit.
1⃣3⃣. Pada saat Ziarah Kubur atau Mengantarkan Jenazah di Kuburan, Alas Kaki diLepas dan Hendaknya Berhati-hati untuk tidak Menginjak Kubur lain.
~~~~~~~~~~~~~~~~
📘 Dikutip dari Buku " Tata Cara Mengurus Jenazah Sesuai Sunnah Nabi Shollallaahu Alaihi Wasallam ( Syarah Kitab Al Janaiz min Bulughil Maram) "
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
=====================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar