ustadz muhammad Rijal Lc
✍🏻 Penjelassan
imam ibnu rojab al hambali mengenai amalan yang dapat mengangkat derajat
seseorang yakni amalan bersikap lembut.
✍🏻 Imam
ibnu Rojab menjelaskan bahwa diantara dalil yang menjelaskan amalan ini adalah
sebagaimana yang telah di sebutkan di dalam nash Al qur’an dalam surah ali
Imran 133-134 yang menjelaskan tentang sifat ahlul jannah, dimana diantara sifat
ahlul jannah adalah bergaul/mempergauli sesama manusia dengan cara yang baik
dengan harta mereka ataupun juga dengan kesabaran mereka dari gangguan manusia.
133. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
✍🏻 Di
dalam ayat ini memberikan penjelasan bahwa :
Orang yang bertaqwa telah Allah siapkan jannah
Sifat ahlul jannah mereka berinfaq dengan harta mereka dalam keadaan lapang maupun sempit, dan menahan amarah mereka serta sabar dalam menghadapi gangguan lisan ataupun perbuatan manusia di sekitarnya.
Orang yang bertaqwa telah Allah siapkan jannah
Sifat ahlul jannah mereka berinfaq dengan harta mereka dalam keadaan lapang maupun sempit, dan menahan amarah mereka serta sabar dalam menghadapi gangguan lisan ataupun perbuatan manusia di sekitarnya.
✍🏻 Imam
ibnu Rojab menerangkan bahwa sifat yang dimiliki ahlul jannah yakni berinfaq
dalam keadaan lapang maupun sempit merupakan perbuatan ihsan.
✍🏻 "Siapa
di antara kalian yang mampu membentengi diri dari neraka walau dengan separoh
butir kurma hendaknya ia lakukan."
Dalam riwayat Ahmad dari hadits Ibnu Mas'ud dengan sanad shahih, "Hendaknya salah seorang kalian menjaga wajahnya dari neraka walau dengan separoh butir kurma." Dan dari hadits Aisyah dengan sanad hasan, "Wahai 'Aisyah, hindarkan dirimu dari neraka walau dengan separoh butir kurma." (HR. Ahmad)
Dalam riwayat Ahmad dari hadits Ibnu Mas'ud dengan sanad shahih, "Hendaknya salah seorang kalian menjaga wajahnya dari neraka walau dengan separoh butir kurma." Dan dari hadits Aisyah dengan sanad hasan, "Wahai 'Aisyah, hindarkan dirimu dari neraka walau dengan separoh butir kurma." (HR. Ahmad)
✍🏻 Kemudian
sifat ihsan mereka yakni berbuat kebaikan dan menahan dari kejelekan dan mudah
untuk memaafkan , tidak membalas keburukan dengan keburukan.
✍🏻 Diantara
faedah di dalam ayat ini yakni di sebutkannya sifat ahlul jannah yakni sifat
kelembutan.
✍🏻 Imam
ibnu Rojab al hambali mengatakan dari ayat ini, sebagian ulama pernah ditanya
tentang apa itu akhlaq yang baik ?, sebagian ulama tersebut menjawab bahwa
akhlak yang baik adalah berusaha berbuat baik dan menahan dari perbuatan yang
jelek. Maka perbuatan lembut di dalam ucapan juga termasuk di dalam akhlak yang
baik dan amalan ini dapat meninggikan derajat manusia walau ibadahnya terkesan
biasa saja dibanding para mujahid di dalam ibadahnya, yakni ia hanya
mengerjakan yang wajib saja, atau amalan sunnahnya tidak begitu banyak, namun
karena kahlaknya yang baik ia dapat menyamai derajat para mujahid.
✍🏻 Sebagaiman
disebutkan di dalam sebuah hadits Dari 'Aisyah radiyallahu 'anha, beliau
berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya dengan akhlaq mulia seorang mukmin akan sampai ke derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat malam."
(HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib 2643).
"Sesungguhnya dengan akhlaq mulia seorang mukmin akan sampai ke derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat malam."
(HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib 2643).
✍🏻 Mungkin
kita sering mendengar ada seseorang yang mungkin semasa hidupnya ia orang yang
bukan termasuk terlihat banyak amal ibadahnya, hanya saja ketika ia wafat banyak
orang yang memujinya, dan hal ini di karenakan akhlak mulia yang di milikinya
semasa hidupnya di tengah masyarakatnya.
✍🏻 Ibnu
Rojab menyebutkan sebuah atsar dari sebagian salaf tentang mimpi yang pernah di
alami, yakni mimpi tentang seseorang yang bertanya kenapa sahabatnya
mendapatkan derajat yang tinggi, maka yang di tanya pun menjawab, bahwa
sahabatnya itu mendapat derajat yang tinggi disebabkan karena akhlaknya yang
mulia.
✍🏻 Dalam
atsar ini Ibnu Rojab bukan ingin menjadikan mimpi sebagai dalli, melainkan
hanya ingin menjelaskan pentingnya akhlak mulia.
✍🏻 Diantara
kondisi yang sangat di tekankan kepada kita untuk menerapkan sikap lembut yakni
ketika hendak menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Seperti yang telah di
contohkan oleh nabi Musa , bahwa Ia di perintah oleh Allah untuk bersikap
lembut terhadap fir’aun , karena mungkin saja dengan sikap lembut fir’aun mau
menerima nasihat.
✍🏻 Dan
Imam Ibnu Rojab menyebutkan " bahwa hendaknya amar ma’ruf nahi munkar
harus di sertai dengan sikap kelembutan ".
Allah subhana Wata’ala berfirman "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (An Nahl : 125).
Allah subhana Wata’ala berfirman "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (An Nahl : 125).
✍🏻 Dan
seperti juga halnya birrul walidain, maka hendaknya kitabenar-benar mempergauli
orang tua kita dengan cara yang baik, dan menyampaikan kebenaran serta
mengingkari kemungkaran mereka dengan cara yang baik Allah Subhana Wata’ala
berfirman "Dan beribadahlah kamu kepada Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Berbuat baiklah kepada dua orang tua,
karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan
tetangga yang jauh dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan suka
membangga-banggakan diri. (QS an-Nisa': 36).
✍🏻 Dan
dulu adalah para murid Abdullah Ibnu Mas’ud mereka menasihati satu sama lain
dengan cara yang baik dengan kelembutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar